Selama seminggu, sejak 28 mey-1 juni 2007, LSM INCREASE ( Institute of Cross-Timor for Economic and Social Development) kembali melaksanakan satu sessi training yang sangat bermanfaat bagi pekerja NGO dan Staf pemerintah dengan topic “Evaluasi dan Keberlanjutan
Untuk Program Pemberdayaan Masyarakat“ (Community Based Evaluation and Sustainability)
dimana fasilitatornya adalah :
- pak Fary Dj. Franscis (Smile Link Project Indonesia – Jepang Training Facilitator PKPM - BAPPENAS),
- Yohannes Ghewa (Specialist Training Care International),
- F. Mario Vieira (Senior Advisor GLG-GTZ), dan Co-Facilitator Rusti Rambu (Program Officer INCREASE).
Peserta Pelatihan berasal dari : ORNOP/LSM adalah YPI, Oxfam GB West Timor, YPK, Yayasan TLM, SSP Soe, CCF, LPA NTT, WVI-Rote) dan Staff Pemerintah (Bappeda Flotim, Sekber TTS, turut serta dalam pelatihan ini adalah Selvister Ndaparoka (koordinator Divisi Advokasy CIS

TIMOR).
Dalam sessi training yang berlangsung SERSAN alias serius tetapi santai , muncul beberapa refleksi kritis para peserta berkenaan dengan kerja-kerja pendampingan mereka selama ini sehingga merasa tercerahkan, merasa bertambah wawasan, atau merasa ‘berdosa’, bahkan ada yang merasa semakin bingung. Berikut beberapa poin kunci refleksi yang diuraikan kembali oleh bung Vester :
- bentutan antara standard donor versus idealisme pendamping (LSM Lokal),
- perbedaan tajam antara Cita-cita organisasi terhadap masyarakat versus kapasitas pendamping dan kesejahteraan mereka yang terbatas.
- Kemitraan LSM dan Pemda ternyata belum maksimal dan masih penuh curiga.
- ketatnya Standard donor versus nilai-nilai lokal (local wisdom) yang sering digerogoti.
- Apa indikator perubahan menurut ‘kita’ dan masyarakat.
- Data-Data pendukung kerja masih simpang siur dan tidak terintegrasi.
- Masyarakat dipandang hanya sebagai penerima manfaat, bukannya partner.
- ‘Kita’ yang berpartisipasi pada kegiatan masyarakat, ataukah sebaliknya?
- apa itu keberlanjutan/ sustainability (projek kita yang terus berlanjut, ada uang terus mengalir atau masyarakat yang berkelanjutan dan makin sejahtera?)
Sudah saat nya : semua pelaku pembangunan di NTT (Pemda, NGO, gereja dan komunitas civil society) melakukan evaluasi bersama yang berbasis masyarakat terkait dengan projek/program yang telah dilakukan selama ini.